JALAN PANJANG INDUSTRI BIOSCOOP MAGELANG : Gambaran Awal Gedung Bioskop di Kotapraja


Memasuki abad ke-20, ranah industri hiburan di Hindia Belanda memasuki babak baru dengan masuknya filem - filem yang dulu lazim disebut gambar hidup di kota - kota Hindia Belanda. Batavia adalah kota pertama yang bisa menikmati sajian hiburan ini pada 5 Desember tahun 1900. Semenjak itu, tempat - tempat menonton gambar hidup mulai menyebar ke kota - kota lain di Hindia. Sebut saja Surakarta yang sudah membuka bisokop pertamanya pada 1914, Yogyakarta pada 1916 dan tentu saja tidak mau ketinggalan, Magelang sudah bisa menikmati sajian layar lebar itu bahkan sejak 1912.
Berdasarkan surat kabar Bataviaasvh Niewsblad tertanggal 29 November 1915, risalah hasil keputusan dewan kota menyebutkan bahwa sebuah tenda yang digunakan sebagai tempat menonton gambar hidup diminta untuk diganti dengan bangunan semi permanen. Disebutkan dua orang pengusaha bioskop yaitu Tuan Helant Mulder dan Tuan Vardon masing - masing mengajukan penawaran kepada dewan kota sebesar NLG 1200 dan NLG 2000. Kedua tawaran tersebut ditolak oleh Dewan Kota Magelang karena izin pemutaran dan pengelolaan bioskop setidaknya sebesar NLG 2400. Syarat tambahan juga diajukan dari para anggota dewan kepada para pengusaha industri bioskop untuk tidak memutar filem yang berbau kekerasan seperti adanya adegan pembunuhan dan pencurian. Para anggota dewan seperti Tuan Wormster dan Jockin melihat dampak negatif dari munculnya filem - filem beradegan kekerasan. Tingkat kejahatan di Magelang pada tahun - tahun tersebut dirasa memang semakin meningkat sejak masuknya bioskop.
Masih belum jelas benar apa nama lokasi pemutaran filem di dekat alun - alun Magelang itu, tapi yang jelas sebuah foto lama dengan keterangan sebuah bioskop di Magelang dengan nama “Cinema Glory” dengan estimasi tahun pengambilan gambar antara 1915 - 1920an memberikan gambaran bentuk awal gedung bioskop kala itu. Gedung bioskop tersebut berwujud bangunan semi permanen dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu dan atap seng.
Berdasarkan analisa foto, filem yang sedang diputar adalah filem bisu buatan Amerika berjudul “The Broken Coin” besutan Francis Ford yang tayang perdana pada 21 Juni 1915. Filem tersebut adalah filem serial bergenre petualangan - misteri dengan jumlah total 22 episode dan lama durasi tayang 440 menit.

Komentar