MAGELANG VOORUIT : Perhimpunan Pariwisata demi Kemajuan Bersama



Dalam dua puluh tahun terakhir sejak 1918 hingga medio 1930an, laju pertumbuhan penduduk Magelang sudah sangat meningkat bahkan hingga lebih dari dua kali lipat. Survey jumlah penduduk pada 1918 menunjukkan setidaknya di wilayah Magelang sudah dihuni oleh 25.000 jiwa. Jumlah tersebut kian bertambah pesat menjadi 65.000 jiwa dengan 4.500 penduduk eropa pada 1935. Hal tersebut tidak bisa lepas dari lokasi Magelang sendiri yang berada di pusatnya pulau Jawa dengan hamparan pegunungan yang memagarinya. Posisinya yang sejuk dan nyaman untuk ditinggali menjadikan Magelang sebagai kota yang layak dan patut dijuluki sebagai “Tuin van Java”. Maka jangan heran jika Magelang menjadi satu - satunya cikal kota yang cukup maju di tatar Kedu.

Melihat laju perkembangan Magelang yang kian pesat serta potensi yang luar biasa tersebut, maka Walikota Magelang, Nessel van Lissa, bersama beberapa tokoh masyarakat di Magelang berinisiatif membentuk sebuah perhimpunan yang bertujuan untuk menjadikan Magelang sebagai kota pegunungan (bergstad) di Jawa bagian Tengah yang kemasyurannya setara dengan Bandung di Jawa Barat. Maka pada bulan September 1935, sebuah panitia kecil dibentuk untuk mempersiapkan berdirinya sebuah perhimpunan pariwisata yang kelak akan membawa banyak perubahan pada wajah Kotapraja Magelang. Perhimpunan itu bernama Magelang Vooruit (Magelang Maju).

Dengan misi memajukan dunia pariwisata di Magelang demi kesejahteraan masyarakat, maka perhimpunan Magelang Vooruit bersinergi dengan berbagai komponen baik dari kalangan pemerintah dan non pemerintah. Hal tersebut bisa dilihat dari susunan komite Magelang Vooruit yang terdiri dari berbagai macam latar belakang tanpa memandang suku, ras, agama, status dan afiliasi politik. Sebut saja, Walikota Magelang Nessel van Lissa yang juga seorang anggota aktif I.K.P (Partai Katholik Hindia) dan anggota Volksraad, Bupati Magelang Raden Tumenggung Adipati Aryo Danusugondo; pengusaha swasta dan pemilik toko serba ada H. Hesselink; guru sekolah MULO, A.W Karjoso, penulis buku pariwisata dan Agen Surat Kabar De Locomotief H.J Sjouke; perwakilan dari etnis Tionghoa sekaligus pengusaha rokok, Ko Hian Ing; juga Tuan N.J Hangelbroek seorang pemborong dan Tuan F.J Eysenring pejabat N.I.S (Maskapai Kereta Api Hindia Belanda)
Situasi persemian Magelang Vooruit di dalam gedung Biooscop Roxy

Walaupun pada awalnya terdapat suara - suara miring dan pesimisme dari beberapa kalangan terhadap perhimpunan itu karena dianggap kurang sesuai mengingat dunia sedang mengalami krisis ekonomi global (malasie), Walikota Nessel van Lissa selaku ketua komite secara berani dan optimis mengumumkan berdirinya Asosiasi Magelang Vooruit pada 15 Oktober 1935 bertempat di Bioskop Roxy (Gardena Swalayan).

Acara peresmian Asosiasi Magelang Vooruit tersebut dimulai pada pukul 17.15 sore dan dihadiri olah sekitar 200 orang hadirin yang mana diantaranya terdapat tamu undangan penting seperti Residen Kedu, Tuan Linck dan Istri, dan Bupati Magelang beserta jajaran pemerintahan lainnya.

Dalam pidato sambutannya, Walikota Nessel menyampaikan betapa strategis dan uniknya Magelang dalam kaitannya menuju bergstads modern di Jawa Tengah. Ia menyebutkan dengan kondisi iklimnya yang sejuk, Magelang sangat cocok sebagai lokasi hunian yang sehat selain itu industri pertanian berbahan baku tembakau bisa menjadi nilai tambah dibandingkan dengan kota lain. Selain itu, Magelang secara menakjubkan juga menjadi rumah peradaban tua Hindu dan Budha yang menyimpan candi - candi besar seperti Borobudur dan Mendut yang bisa menjadikannya potensi wisata yang luar biasa.

Walikota Nessel juga menyampaikan bahwa segala macam potensi tersebut tentunya tidak bisa hanya didiamkan begitu saja. Ia menghimbau kepada semua warga Magelang untuk bersama - sama berkolaborasi mewujudkan cita - cita Asosiasi Magelang Vooruit dengan segala daya dan upaya yang dimiliki. Walikota Magelang itu memberikan contoh bahwa tiap warga masyarakat bisa berbenah mulai dari rumah mereka masing - masing, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, membercantik taman, membangun toko serta terus mengembangkan kesenian lokal seperti musik dan sandiwara tonil. Jika warga masyarakat sudah berbenah tinggal tugas pemerintah kota yang akan membuka akses jalan dan akomodasi ke destinasi wisata baru tersebut sembari mempromosikannya.
Susunan Komite Magelang Vooruit 

Tidak hanya berfokus pada aspek pariwisata dan destinasi wisatanya saja, Asosiasi Magelang Vooruit turut serta mempromosikan barang - barang kerajinan dan produksi lokal. Selain itu, asosiasi ini juga bekerja sama dengan Magelangsche Athleteik Bond untuk mengadakan berbagai macam kompetisi olahraga.

Acara peresmian Asosiasi Magelang Vooruit selesai sekitar pukul 19.30 setelah sebelumnya para hadirin menyaksikan filem amatir tentang merapi serta upacara peresmian penetapan anggota dan program asosiasi.

- Chandra Gusta W -

Sumber : Pariwisata di Hindia Belanda 1891 - 1942
Surat Kabar Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië yang terbit pada 7 September 1935 dan 21 Oktober 1935

Komentar

  1. Best 10 casino sites for mobile & casino apps 2021
    The best casino sites for mobile 광명 출장안마 and casino apps 2021 · 888 Casino · Caesars Casino 구미 출장안마 · Slots of Vegas Casino · BetMGM 전라북도 출장샵 Casino · PlayBONUS · 천안 출장안마 LeoVegas Casino · 강릉 출장샵 Betway

    BalasHapus

Posting Komentar